Halo Generasi Hebat Jaksa Masuk Sekolah JMS) Ajak Pelajar SMP Al Azhar Kota Bengkulu Kenali Bahaya Judi Online dan Stop Bullying
Halo Generasi Hebat! Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Ajak Pelajar SMP Al Azhar Kota Bengkulu Kenali Bahaya Judi Online dan Stop Bullying
Bengkulu, 30 Juli 2026. Maraknya penyalahgunaan teknologi digital yang kini menyasar anak-anak dan remaja menjadi perhatian serius Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Tim Penerangan Hukum Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu hadir di SMP Al Azhar Kota Bengkulu untuk membekali para pelajar dengan pengetahuan hukum sekaligus memperkuat karakter mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
Mengusung tema "Mengenali Bahaya Judi Online dan Pencegahan Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara jaksa dan para siswa mengenai persoalan yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.
Tiga narasumber dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu, yakni Yuli Herawati, S.H., M.H., Marliana Dahlia Sari, S.H., M.H., dan Yordan M. Betsy, S.H., menyampaikan bahwa pemahaman hukum harus ditanamkan sejak usia sekolah. Dengan mengenal hukum lebih awal, para pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat, menjauhi perilaku menyimpang, dan menjadi generasi yang bertanggung jawab.
Dalam penyampaiannya, para narasumber menyoroti fenomena judi online yang kini telah berkembang menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Perkembangannya begitu masif dan semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital. Tidak sedikit anak-anak dan pelajar yang menjadi korban akibat tergiur janji keuntungan instan, tanpa menyadari dampak buruk yang mengintai.
Judi online bukan sekadar permainan. Aktivitas tersebut dapat menimbulkan kecanduan, merusak kondisi ekonomi keluarga, mengganggu kesehatan mental, menurunkan prestasi belajar, hingga mendorong seseorang melakukan tindak pidana demi memenuhi keinginan untuk terus berjudi. Karena itu, para siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perjudian.
Selain itu, para pelajar juga diajak membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah sebagai langkah nyata mencegah bullying.