Stop Bullying Stop Kekerasan Kejati Bengkulu Edukasi Pelajar SMA Sint Carolus Kota Bengkulu Melalui Jaksa Masuk Sekolah

Stop Bullying Stop Kekerasan Kejati Bengkulu Edukasi Pelajar SMA Sint Carolus Kota Bengkulu Melalui Jaksa Masuk Sekolah

Bengkulu, 4 Juni 2026. Komitmen Kejaksaan Tinggi Bengkulu dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan sadar hukum kembali diwujudkan melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kali ini, Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu hadir di SMA Sint Carolus Kota Bengkulu dengan mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar, yaitu “Anti Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar/Remaja”.

Program yang berlangsung penuh antusias tersebut menghadirkan narasumber dari Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu, yaitu Yuli Herawati, S.H., M.H. dan Yordan M. Betsy, S.H. Di hadapan para siswa dan guru, tim JMS memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental korban, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat perbuatan tersebut.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa bullying dan tindakan kekerasan bukanlah perilaku yang dapat dianggap sepele atau sekadar candaan. Perbuatan tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis, bahkan dapat mengganggu perkembangan mental, kepercayaan diri, dan masa depan generasi muda. Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang dapat dikenakan terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain memberikan edukasi tentang pencegahan bullying, Tim Jaksa Masuk Sekolah juga memperkenalkan tugas dan fungsi Kejaksaan Republik Indonesia kepada para pelajar. Melalui penyampaian yang interaktif dan komunikatif, siswa diajak mengenal peran Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum serta pentingnya kesadaran hukum sejak usia dini.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Tinggi Bengkulu berharap para pelajar tidak hanya memahami dampak negatif bullying, tetapi juga mampu menjadi pelopor budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan tautan ini

Mendengarkan

Tautan dimedia sosial

Hubungi Kami